3 Alasan Untuk Tidak Jadikan Hero Dota 2 Pangolier Hard Carry


Hero baru emang wajib dicoba, tapi jangan sampe maksa yah cara maininnya! Kayak hero Pangolier yang baru aja di-update nih

Awal November lalu Valve baru saja melakukan update besar-besaran yang dikenal dengan patch 7.07 atau patch Dueling Fates. Nama dari patch ini tersendiri memang terkait dengan tambahan dua hero baru yaitu Pangolier dan Dark Willow. Keduanya memiliki role yang berbeda. Pangolier sebagai carry, sedangkan Dark Willow sebagai support.

Berhubung pemain awam lebih suka memainkan role carry, otomatis Pangolier jadi lebih laris dibandingkan Dark Willow. Tetapi ternyata banyak yang tidak sadar bahwa Pangolier itu bukan seorang hard carry (posisi 1) murni. Skill dan kemampuannya lebih bersifat balance. Artinya ia terbilang cukup baik diberbagai kondisi, namun tidak sampai spesifik ke kemampuan tertentu. Berikut ini 3 alasan buat gak jadiin Pangolier seorang hard carry.

1. Terbawa Hype Hero Baru


Kehadiran hero baru di Dota 2 sudah pasti jadi incaran banyak pemain untuk langsung dimainkan. Meski pada patch kali ini Valve menambahkan dua hero sekaligus, namun Pangolier yang mempunyai peran natural sebagai carry, tentunya lebih banyak diminati dibanding Dark Willow sebagai support. Nah, perlu kalian ketahui, untuk mempelajari satu hero di Dota 2 itu butuh waktu yang tidak sebentar lho! Tidak hanya skill-skill dan build item saja yang mesti dicoba satu-persatu, tetapi juga kombinasi dengan hero lain dalam satu tim maupun terhadap lawan.

2. Tidak Sekuat Hard Carry Lain di Late Game


Bisa dibilang Pangolier cukup kuat dan berbahaya diawal permainan, mobilitas tinggi dan burst damage relatif besar. Siapa saja bakal kerepotan berhadapan satu lawan satu di lane dengan Pangolier. Namun jika ditelaah lebih jauh lagi skill-skill dari Pangolier, rasanya tidak ada satupun skill yang jadi benar-benar imba di fase late game. Tambahan item-item mahal tidak akan terlihat signifikan dampaknya. Berbeda dengan hard carry lain seperti Anti-Mage, Spectre, Medusa, yang benar-benar jadi luar biasa keras dan sakit ketika sudah punya semua item core.

3. Sudah Terbukti Winrate-nya Rendah


Menurut situs dotabuff, dari sejak dikeluarkan sampai dengan saat ini, Pangolier sudah di-pick hampir sebanyak 1,3 juta kali. Dari match sebanyak itu winrate-nya hanya menyentuh 38,17% saja! Rasio KDA-nya pun tercatat hanya sebesar 1.96. Sangat rendah untuk ukuran seorang hero carry. Melihat penampilan Pangolier sepintas memang keren, terlihat seperti hero petarung. Banyak yang mengira 'klik-kanan' Pangolier bakal sakit di late game. Padahal tidak akan sampai segitunya meski telah didukung dengan item-item core. Kunci sukses memakai Pangolier adalah menjaga posisi yang tepat untuk melakukan inisiasi serangan.

Menurut kalian sendiri gimana nih guys? Benar nggak sih Pangolier itu kurang cocok buat dijadikan hard carry? Beri pendapat dan komentar kalian di bawah ya! 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Alasan Untuk Tidak Jadikan Hero Dota 2 Pangolier Hard Carry"

Post a Comment