Guide Dota2, Ini 5 Perbedaan Cara Main Abaddon Antara Pemain Profesional dan Amatir
Skill Build
Walaupun pada dasarnya Abaddon dapat dimainkan sebagai core (offlaner) ataupun support, namun bisa dipastikan mayoritas pemain amatir akan memilih Abaddon sebagai core. Urutan skill yang diprioritaskan adalah skill 2 dan skill 3 karena memang kedua skill ini sangat memanjakan Abaddon untuk bertahan solo. Berbeda dengan pemain pro yang biasanya memprioritaskan skill 2 namun tetap mengambil skill 1 dan 3 masing-masing 1 poin. skill 1 diambil atas pertimbangan untuk membantu timnya, dan juga bisa digunakan untuk melakukan deny saat terdesak sehingga musuh tidak mendapat keuntungan.
Item Build
Banyak pemain amatir yang membeli phase boot diteruskan dengan vladmir kemudian blade mail. Build ini bisa dibilang cukup mudah dan praktis serta risikonya kecil, karena setelah memiliki vladmir Abaddon bisa farming dengan leluasa di hutan. Berbeda dengan pemain pro yang memang diberikan space khusus untuk farm oleh timnya, sehingga bisa rush midas yang disusul dengan radiance. Hal ini tentu lebih berisiko namun impact yang dihasilkan nantinya juga jauh lebih besar untuk tim.
Early Game
Pada laning awal pemain amatir cenderung memakai pola 2-1-2. Pola ini sebenarnya tidak begitu efektif untuk Abaddon, sebab Abaddon termasuk hero yang memiliki tingkat survival tinggi, namun jika kamu dan teman lane-mu bisa bermain agresif dan melakukan banyak kill diawal maka oke-oke saja memakai 2-1-2. Hampir semua pemain pro menempatkan Abaddon solo di offlane, karena memang role-nya membutuhkan level dengan cepat. Setelah mencapai level 6 Abaddon bisa mulai melakukan ganking ataupun push ke tower lawan.
Mid Game
Seperti yang telah disebutkan di atas, setelah memiliki vladmir biasanya pemain amatir akan memilih untuk melakukan farming di hutan. Hal ini bisa menjadi perkara apabila kita terlalu egois dan tidak memperhatikan cara bermain lawan. Memasuki menit ke-15 adalah saat-saat rentan di mana musuh mulai melakukan gank dan push. Belum lagi bila hard carry-mu juga membutuhkan farm dihutan. Setelah menyelesaikan midas biasanya pemain pro akan mengajak support-nya untuk melakukan smoke gank yang diteruskan dengan push tower. Hal ini akan diulang tiap kali cooldown ultimate Abaddon selesai. Dengan begitu radiance bisa selesai di kisaran menit 20.
Late Game
Hal yang kurang diperhatikan oleh pemain-pemain amatir adalah bahwa Abaddon bukan pure hard carry. Dalam artian hero ini memang memiliki attack dan defend yang cukup baik, apalagi setelah memiliki item-item core yang terbilang mahal. Namun tetap saja pada saat late game, ketiga skill dari Abaddon seperti tidak terasa efeknya sebab musuh telah memiliki item-item counter seperti black king bar ataupun guardian graves. Belum lagi jika Abaddon terkena silence, maka skill ultimate-mu tidak akan aktif. Ini jelas sesuatu yang sangat berbahaya terutama bila kamu mencoba meng-carry timmu. Oleh karena itu para pemain pro menempatkan Abaddon di late game sebagai tanker atau sebagai bait untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Item yang dibelipun sifatnya yang bisa membantu kinerja tim. Misal seperti pipe of insight, aghanim scepter, solar crest, dan lainnya.
Bagaimana teman-teman? Apakah gaya bermainmu sudah seperti pemain pro? Atau justru punya teknik dan cara main tersendiri saat memakai Abaddon? Silakan komen dibawah ya!
DG
0 Response to "Guide Dota2, Ini 5 Perbedaan Cara Main Abaddon Antara Pemain Profesional dan Amatir"
Post a Comment