7 Tipe Gamer yang Sudah Kecanduan Parah, Kamu yang Mana?
Salah satu efek negatif yang ditimbulkan oleh video game adalah bikin pemainnya (gamer) jadi kecanduan. Namun sebenarnya efek ini masih bisa diatasi apabila pemain menyadari atau mau mengatasi kecanduannya dengan mengatur waktu antara bermain game dan kewajiban yang harus dikerjakan. Hanya saja, ada sebagian gamer yang tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga larut dalam kecanduannya itu. Yang namanya kecanduan, sudah tentu negatif dan dapat merugikan pelakunya maupun orang lain.
Berdasarkan pengamatan Kami di industri game tanah air, baik game online hingga game mobile, ada beberapa prilaku yang menunjukkan kalau seorang gamer sudah kecanduan parah dengan game yang dimainkannya. Tidak semuanya negatif sih, namun mayoritas dari tindakan orang yang kecanduan tentu tidak baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. Apa saja tanda-tanda orang yang sudah kecanduan game ?
Yuk lihat daftarnya berikut ini.
1. Main Game Nggak Kenal Waktu
Saking serunya bermain, seorang gamer sering kali lupa waktu. Dikarenakan lupa waktu inilah gamer jadi melupakan kewajiban yang harus dikerjakaanya, seperti mengerjakan pekerjaan rumah, makan, beribadah, mandi hingga tidur. Main game secara berlebihan seperti ini tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu korban jiwa dari bermain game tanpa henti adalah remaja asal Rusia yang dikenal dengan nama Rustam, ia meninggal dunia akibat bermain game online selama berjam-jam dalam 22 hari berturut-turut. Gamer ini hanya berhenti main game untuk tidur dan makan.
Ingat ya Teman Gamer, seseru apapun kamu bermain game, jangan lupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi pelajar, tetaplah belajar dengan rajin untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Untuk pekerja, mainlah secukupnya supaya bisa tetap produktif dalam karir.
2. Menghabiskan Uang untuk Item In-Game
Karena sudah kecanduan parah, tidak jarang seorang gamer rela mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk mendapatkan item game yang ia inginkan atau berlangganan game berbayar. Berdasarkan pengalaman Kami yang memiliki teman gamer yang kecanduannya sudah sampai pada tahap seperti ini, ia bahkan berani untuk menggunakan uang bayaran sekolah untuk berlangganan game dan biaya hidup selama beberapa hari di warnet.
Ingat pesan ini, ya! Seingin apapun kamu untuk memiliki item in-game yang harganya mahal atau berlangganan game berbayar, jangan sekali-kali menggunakan uang yang harusnya untuk keperluan yang lebih penting dan mendesak. Uang bayaran misalnya, karena selain hal itu merugikan diri sendiri, prilaku tersebut juga akan membuat orang tua menjadi kecewa dan kehilangan kepercayaanya kepada kamu.
3. Beli Apapun Terkait Game Favorit
Kalau yang ini mungkin masih tingkat kecanduan yang biasa. Tidak jarang gamer selalu ingin memiliki barang-barang nyata dari game favoritnya, seperti mainan, kaos, poster dan lainnya. Apalagi kalau barang itu resmi, keren banget dan dijual dalam edisi terbatas (limited edition), pastilah gamer setia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Umumnya ini terjadi kepada gamer perempuan, dan biasanya kalau gamer masuk dalam kategori kecanduan semacam ini, kamarnya akan penuh dengan pernak-pernik game favorit.
4. Ikut Gathering Komunitas di Mana-Mana
Siapa bilang gamer itu tidak bergaul dan hanya diam di rumah atau warnet untuk memainkan game kesukannya? Anggapan itu tidak sepenuhnya benar kok, sebab ada juga gamer yang rasa sosialnya tinggi dan senang untuk bergaul dengan sesamanya. Buktinya kamu bisa lihat pada event gathering yang diadakan oleh penerbit dari game online bergenre rhythm, bahkan tidak jarang komunitas gamer-lah yang mengadakan acara kumpul itu dengan inisiatif pribadi.
5. Nginep di Warnet
Ini yang paling lumrah terjadi. Bagi gamer game online, kecanduan yang paling umum ditampilkan adalah dalam wujud menginap di warnet untuk "paket hemat malam". Selain bermain game di malam hari itu lebih menyenangkan bagi sebagian orang, yang main game tengah malam itu kebanyakan adalah gamer yang niat dan jago-jago. Hanya saja kalau sudah kebablasan, gamer bisa tidak pulang-pulang ke rumah karena sudah nyaman dan menganggap warnet sebagai rumahnya sendiri.
6. Berkelahi Demi Membela Game yang Dimainkan
Ini sih sudah masuk dalam tingkat anarkis. Gamer tidak terima kalau gamenya dikeritik oleh orang lain. Hal semacam ini kadang terjadi dalam dunia game online yang mana gamer satu dengan lainya (dari game berbeda tetapi genre-nya sama) saling beradu argumen mengenai game mana yang lebih baik. Hanya saja sangat jarang terjadi perkelahian secara fisik. Paling hebohnya ya adu argumen itu berlangsung di forum atau jejaring sosial. Andaikan samoai terjadi adu fisik pun, biasanya hal tersebut sudah merupakan masalah pribadi dari yang bersangkutan. Jangan dicontoh ya!!
7. Menikahi Karakter Game
inilah tingkat kecanduan tertinggi dari seorang gamer. Bisa menikahi karakter di dalam game itu adalah sesuatu perbuatan yang sangat konyol. Namun hal tersebut sudah beberapa kali terjadi dimana seorang pria yang dikenal dengan nama Sal9000 menikahi karakter virtual bernama Nene Anegasaki di game Nintendo DS yang berjudul Love Plus.
Mengenai pernikahan, kisah unik mengenai pasangan suami-istri yang bertemu di game online kemundian memutuskan untuk melangsungkan menikah juga ada. Jadi jangan dikira bermain game online hanya mempertemukan kamu dengan teman-teman, namun bisa juga mempertemukan dengan pasangan hidup. Asyik kan!?
Menikah bukan dengan sesama manusia tidak hanya terjadi kepada gamer kok, sebab ada juga orang yang menikah dengan benda seperti Menara Eiffel, Tembok Berlin, ular, orang yang sudah meninggal, bantal, taman bermain dan dirinya sendiri.
Dari ketujuh tipe gamer yang sudah masuk golongan kecanduan itu, kira-kira kamu termasuk yang mana? Jika memiliki pendapat sendiri mengenai gamer dan kecanduan ini, kamu bisa berikan tanggapan di kolom komentar, ya!








0 Response to "7 Tipe Gamer yang Sudah Kecanduan Parah, Kamu yang Mana?"
Post a Comment